Jumat, 19 September 2014

Knowing More About The Science of Sex Appeal

Welcome back!

Sekarang ini saya akan membahas mengenai film "The Science of Sex Appeal"
film ini menceritakan mengenai bagaimana seseorang bisa tertarik dengan lawan jenis dan beberapa hal yang mempengaruhi ketertarikan antar lawan jenis.

Wajah Simetris - Wajah tidak Simetris
Penelitian membuktikan bahwa seseorang yang memiliki wajah yang simetris memiliki ketertarikan yang lebih dibandingkan dengan seseorang yang wajahnya lebih tidak simetris. Penelitian ini mencoba untuk membuktikannya dengan mengubah wajah seseorang menjadi sangat simetris dan membandingkannya dengan wajah yang sudah dibuat tidak simetris. Hasilnya? Banyak sekali orang yang lebih tertarik dan menyenangi wajah seseorang yang sudah dibuat sangat simetris.
Menurut saya, seseorang memang akan lebih tertarik dengan wajah yang sangat simetris. Tetapi, saya percaya bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jangan semata-mata karena ketidaksimetrisan yang mungkin kita miliki, kita menjadi tidak percaya diri dan malah ingin melakukan operasi untuk merubah wajah kita. Saya percaya bahwa mencari pasangan tidak semata-mata dikarenakan wajahnya :D

It's a Woman or a Man?
Selain kesimetrisan wajah, terdapat hal lain yang mempengaruhi ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis, yaitu bentuk tubuh seseorang. Umumnya, wanita idaman adalah wanita yang memiliki pinggang yang berlekuk. Hal ini merupakan hal biologis, karena laki-laki melihat wanita yang berlekuk dianggap dapat melahirkan anak dengan baik. Selain itu, bagian tubuh laki-laki dan perempuan sudah kita pahami sejak lama dan sudah masuk ke dalam alam ketidaksadaran kita. Misalnya, ketika kita melihat seseorang dengan badan yang penuh otot dan dada yang tegap dan bidang. Pasti kita akan mengganggap orang tersebut adalah seorang laki-laki. Begitupula sebaliknya, ketika kita melihat seseorang wanita dengan pinggang berlekuk dengan dada dan pinggul yang besar, sudah pasti kita akan mengganggap orang tersebut adalah wanita. Hal ini merupakan salah satu penelitian yang sudah dilakukan. Sebagian besar orang akan melihat seseorang dari bagian dada dan pinggang karena dari bagian tersebut, laki-laki dan perempuan mudah untuk dibedakan. Nah untuk jawaban dari gambar di atas adalah.... sebagian besar orang akan menjawab perempuan karena lekukan pinggang yang dimilikinya. Tetapi sebenarnya, gambar tersebut dibuat netral bukan laki-laki, maupun perempuan. Saya juga menjawab itu seorang gambar perempuan kok! :)

Suara juga merupakan penentu apakah seseorang dinilai menarik oleh lawan jenis atau tidak. Wanita yang memiliki pitch suara yang lebih tinggi akan lebih dinilai menarik, sebaliknya laki-laki yang memiliki pitch suara yang rendah dinilai lebih menarik oleh lawan jenis. Suara wanita akan terdengar lebih menarik dan tinggi apabila mendekati masa ovulasi. Hal ini terjadi secara biologis dan tanpa dibuat-buat loh :)
 
Wanita juga merupakan pemilih sejati! hehehehe :D  penelitian membuktikan bahwa gaji seorang laki-laki ataupun mobil yang dimilikinya dapat mempengaruhi ketertarikan wanita terhadap dirinya. Hmm, menurut saya hal ini memang penting (sebagai seorang wanita :p) soalnya sebagai seorang wanita kita memang membutuhkan pasangan yang sesuai dengan pikiran kita, dapat menjaga perasaan dan juga kepastian masa depan. Bagaimana kita mau memilih seorang laki-laki pemalas, pemarah, dll? a big no! Jadi, laki-laki, yuk kuliah dan bekerja dengan rajin dan baik nyehehehhe #kodekode

Selain itu, ternyata kita juga dapat tertarik dengan lawan jenis dari aroma tubuhnya! Semakin keringetan, semakin sexy??! Hmm, hal tersebut memang bisa terjadi kalau kita memang menyukai aroma tubuh lawan jenis kita. Nah, hal ini juga terjadi secara biologis tanpa dibuat-buat. Kalau kita seorang wanita, tidak akan mungkin menyukai aroma saudara laki-laki kita loh! Why? Soalnya secara alamiah, tubuh kita itu sudah menolak adanya incest. Incest itu adalah hubungan antara saudara kandung. Jadi, walaupun kita sudah puluhan tahun tinggal bersama saudara lawan jenis kita, kita tidak mungkin bisa menyukai mereka (walaupun ada beberapa kasus yang bisa terjadi aja sih...)

Nah, itu dia beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketertarikan seksual antar lawan jenis. Tetapi, yang menurut saya dibanding semua hal biologis tersebut adalah perilaku yang kita tunjukkan ke lawan jenis. Yes, a good attitude is the answer! Bagi saya, akan sangat percuma jika seseorang memiliki wajah dan tubuh yang sempurna, tanpa perilaku dan sikap yang baik, jujur, dan tanpa pamrih! :)
See ya on the next post!
#quoteoftheday


Selasa, 16 September 2014

Create Your Own Happy Marriage!

Ketika kita memutuskan untuk memiliki pasangan, apakah sebenarnya kita sudah memikirkan secara matang mengenai hal tersebut?
Banyak sekali orang yang terkadang salah dalam memilih pasangan yang tepat untuk dirinya sendiri. Dalam memilih pasangan, tentu kita harus memikirkan bibit, bebet, dan bobot dari orang tersebut.
Sebagian banyak orang memilih pasangan berdasarkan persamaan agama dan ras etnis saja
 Padahal, memiliki persamaan dalam cara berpikir juga penting loh! Bayangkan saja apabila kita memiliki pasangan yang tidak sepikiran dengan kita, tentu akan menimbulkan pertengkaran setiap harinya.

Jika kita sudah menemukan pasangan yang tepat, maka pada umumnya pasangan akan meresmikan hubungan mereka dalam tali pernikahan. Pasangan kita tersebut sudah diterima oleh orang tua, keluarga, teman-teman, diri kita sendiri, dan sah secara agama dan negara maka disebut dengan pernikahan yang sah.

Nah, pasti dari kalian semua pernah mendengar istilah nikah siri. Buat yang belum tau, sebenarnya nikah siri itu adalah pernikahan yang hanya sah secara agama, tetapi tidak sah secara negara. Nikah siri itu sangat amat tidak menguntungkan bagi kaum perempuan karena apabila laki-lakinya kabur, maka wanita tidak dapat meminta hak-haknya apalagi menuntut via meja hijau! (ya iya lah, pernikahan nikah siri kan tidak tercatat di negara)

Selain nikah siri, juga ada yang namanya kohabitasi. Kalau kohabitasi, lebih merugikan lagi, karena pasangan hanya tinggal bersama dan melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa adanya tanda sah dari agama, apalagi dari negara. Selaknya pacaran saja, jika sewaktu-waktu si pria pergi, wanita tidak mendapatkan hal apapun.

Jadi,.... jika kita mau menikah nanti, maka lakukanlah pernikahan yang disahkan oleh negara dan agama. Pastinya lebih aman, nyaman dan tentu membahagiakan kedua belah pihak hehe. Pernikahan yang membahagiakan tentu akan memberikan kesehatan psikologis yang jauh lebih baik untuk kita, pasangan kita, calon anak kita, dan seluruh keluarga kita! :D

Selamat mencari pasangan hidup dan menciptakan kebahagiaan Anda! ^____^
Untuk yang sudah punya pasangan hidup yang tepat, congratulations!

See ya on the next post!

#quotesoftheday 

Senin, 08 September 2014

It's OK to be different. It's OK to be Homosexual!

Hello!
Hari ini yang akan saya bahas adalah mengenai sexual orientation :D
Seperti yang kita sudah bahas sebelumnya orientasi seksual mempengaruhi ketertarikan kita, bisa laki-laki, perempuan, atau keduanya.

Salah ga sih menjadi homoseksual? tentu saja jawabannya TIDAK! Homoseksual itu kan cuma permasalahan di perbedaan selera aja, dan homoseksual itu ga termasuk ke dalam gangguan yang ada di DSM-V loh! Jadi, ok-ok aja kok untuk menjadi homoseksual.

Kenapa seseorang bisa menjadi homoseksual? Ada beberapa faktor tentunya, dari genetik, hormon, bentuk fisiologis. Ada juga faktor perkembangan, perilaku, sosiologis, interaksi lingkungan, dll.

Menjadi homoseksual yang baik, bebas dari depresi dan loneliness harus bisa coming out. Coming out merupakan proses membangun identitas diri pribadi dan mengkomunikasikannya dengan orang lain. Jadi seorang homoseksual itu harus menunjukkan dirinya, terutama pada keluarga dan teman.

Bagaimana kalau ada seorang teman kita yang mengaku pada kita kalau dia homoseksual? Atau di masa yang akan datang anak kita mengaku kalau dia homoseksual?
Sebagai pribadi yang baik dan adil tentu seharusnya kita menerima keadaan teman atau keluarga kita dengan baik. Homoseksual itu butuh dukungan loh! Karena sebenarnya mereka merasa kebingungan dan merasa bahwa mereka melakukan sebuah kesalahan dengan menjadi homoseksual. Ingat bahwa homoseksual itu tidak salah sama sekali, hanya beda selera aja :)

Dari zaman dahulu, banyak sekali orang yang berpendapat bahwa homoseksual itu hina, kotor, dll. Hal ini bisa terjadi karena banyak stigma negatif dari masyarakat. Stigma tersebut membuat adanya diskriminasi yang mereka dapatkan baik dalam pekerjaan sampai hak asuh untuk mendapatkan anak adopsi. Hingga saat ini, para pasangan homoseksual kesulitan mendapatkan hak asuh anak karena pengadilan merasa bahwa pasangan homoseksual itu tidak memiliki emosi yang stabil untuk menjadi orang tua dan merawat anak. Padahal, ga juga loh. Penelitian membuktikan bahwa anak yang dibesarkan oleh pasangan homoseksual dan berkembang dengan baik, secara emosi dan seksualitasnya.

Banyak sekali orang-orang yang memiliki homophobia, yaitu perilaku negatif terhadap homoseksual. Contohnya adalah Teena Brandon, seorang perempuan yang menjadi laki-laki dan merubah namanya menjadi Brandon Teena. Brandon diculik, diserang, dan diperkosa oleh kedua temannya yang mengetahui kalau Brandon adalah seorang perempuan. Akhirnya, Brandon dibunuh pada 31 Desember 1993. Cerita Brandon dijadikan film yang berjudul Boys Don't Cry.
Ada juga yang disebut heterosexism, yaitu merasa benar dengan menekan dan mengabaikan isu-isu mengenai homoseksual. Kalau banyak heterosexism di dunia, kasian para homoseksual karena mereka akan menjadi terabaikan dan tidak diperdulikan sama sekali.

Kenapa bisa jadi homophobia? Hal ini dapat dipengaruhi oleh kepribadian yang otoriter dan kaku, serta kebingngan mengenai orientasi seksual dengan identitas gender.
Untuk membatasi adanya homophobia dan heterosexism, kita membutuhkan bantuan dari bidang hukum, media, dan pendidikan.

#quoteoftheday
"Disapproval of homosexuality cannot justify invading the houses, hearts and minds of citizens who choose to live their lives differently."-Harry A. Blackmun

Thanks for reading! :)

Selasa, 02 September 2014

What is inside our reproduction system?

Orientasi seksual? Apa sih yang ada di dalam benak Anda ketika mendengar kata ini? Kalau saya pribadi mengartikannya sebagai perempuan atau laki-laki. Hmm, tetapi ternyata orientas seksual itu bukan sekeedar jenis kelamin aja.
Orientasi seksual adalah jenis kelamin yang membuat kita tertarik kepada orang lain secara emosi, fisik, seksual, dan romantis.
Terdapat berbagai istilah dalam orientasi seksual. Kalau seseorang memiliki kecenderungan suka dengan lawan jenis itu namanya heteroseksual, sedangkan apabila dia mendapatkan rasa nyaman dengan sesama jenis itu adalah homoseksual. Homoseksual terbagi menjadi dua, yaitu gay dan lesbian.
Tetapi, ada juga loh inidividu yang tertarik kepada laki-laki dan perempuan yang dinamakan biseksual. Ada juga istilah transgender yang merasa bahwa dirinya berada di tubuh yang salah. Contohnya: laki-laki yang merasa bahwa ia seorang perempuan. Transgender bisa saja melakukan operasi alat kelamin, karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sendiri.

Kenapa laki-laki bisa berotot sedangkan perempuan tidak?
Jawabannya adalah karena laki-laki itu memiliki masa otot yang lebih banyak dibandingkan perempuan. Sedangkan perempuan memiliki masa lemak dan air yang lebih banyak. Itu juga yang menyebabkan walaupun seorang perempuan melakukan senam-senam, pastinya akan lebih susah memiliki otot.

Sebagai seorang manusia yang utuh, tentu kita memiliki anatomi seksual yang merupakan salah satu organ reproduksi. 
Seorang wanita memiliki vulva, yaitu organ seksual eksternal yang terdiri dari: outer lips, inner lips, clitoris, clitoral hood, opening of the urethra, opening of the vagina, dan mons veneris. Sebagian besar dari nama-nama ini juga sudah sering kita dengar dari pelajaran biologi zaman SMA hehe.
Satu yang ingin jelaskan lebih lanjut adalah mons veneris. yaitu tempat tumbuhnya pubic hair (rambut halus pada kemaluan). Pernahkah terlintas di dalam pikiran Anda para wanita untuk waxing pubic hair? Hmm, saya sih belum ya :) cuma buat kalian yang pernah terpikir, mending dipikirkan lagi deh. Saya yakin dan percaya setiap bagian dari tubuh kita itu berfungsi loh! Contohnya saja bulu hidung yang berfungsi untuk menahan kotoran langgsung masuk ke dalam sistem pernafasan kita. Pubic hair juga punya fungsi pelindung dari luka-luka karena gesekan ketika Anda berhubungan seksual.
Selain organ seksual eksternal, tentu setiap perempuan juga memiliki organ seksual internal yang terdiri dari vagina, cervix, uterus, fallopian tubes, fimbriae, ovaries, bartholin's glands, hymen, G spot, skene's glands, urethra. Banyaknyaaaa!! ^_^ Tetapi, dengan semua inilah seorang wanita dapat hamil dengan sel telur yang diproduksi pada ovaries, karena dia juga perempuan mendapatkan menstruasi setiap bulannya. Dengan adanya bartholin's glands maka vagina dapat lubrikasi sehingga mengurangi resiko luka pada vagina. Vagina sendiri apa yah?  Vagina lah yang menghubungan organ eksternal dan internal seorang perempuan dan berfungsi untuk mengalirkan darah menstruasi, melakukan penetrasi dalam hubungan seksual, dan mengantarkan bayi ketika seorang perempuan melahirkan :)

Laki-laki juga memiliki organ reproduksi seksual internal dan eksternal. Organ seksual eskternal laki-laki terdiri dari penis, shaft, glans, opening of the urethra, foreskin, frenulum, dan scrotum. Sedangkan organ seksual internal laki-laki tediri dari testicels, epididymis, cremaster,  vas deferens, prostate gland, cowper's glands, seminal vesicles, dan urethra. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing untuk membantu seorang laki-laki untuk berhubungan seksual dan memberikan spermanya untuk membuahi sel telur.

Selain organ reproduksi ada juga organ yang merupakan sex organ, yaitu otak dan kulit. Otak membantu untuk memproses rangsangan seksual, fantasi, mengontrol respon seksual dan melepaskan hormon seks. Kulit? Kok bisa kulit jadi sex organ? Kulit itu memiliki syaraf sensitif yang menstimulasi dorongan seksual. Ada yang disebut sebagai erogenous zone, yaitu bagian tubuh kita yang sensitif terhadap rangasangan seksual, seperti belaian, yatitu belakang telinga, leher, payudara, bibir, paha, dll.

Thanks for reading! See ya on the next post about sexual orientation! Byeye!



Selasa, 26 Agustus 2014

It's all about LOVE


<3 LOVE <3

Apa sih itu cinta? Menurut Wikipedia (2014), cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Misteri dari cinta itu daya tarik yang mengesankan seseorang. Hmmm, kalau menurut saya sih cinta itu perasaan yang kita rasakan saat kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita bahagia. Cinta itu ga cuma ke pacar atau hanya lawan jenis loh! tapi cinta itu sudah dimulai sejak kita lahir ke dunia ini. Nah, berarti cinta pertama kita itu adalah orang tua kita yang sudah melahirkan dan merawat kita sejak kita tidak bisa apa-apa selain menangis alias masih newborn babyWell, jadi saya masih kurang percaya tuh kalo first love itu kita dapatkan ketika masa SMP yaitu masa ABG hehehe :D

Everybody NEEDS love. Betul banget! Siapa sih yang ga suka dicintai oleh orang lain. Buktinya aja ketika kita bayi, kita menangis kalau kita belum mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu kita. Kalau seseorang itu kurang dicintai atau mengalami kesalahan dapat mendapatkan cinta malah bisa menjadi gangguan psikologis... hiiii

LOVE bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu, romantic, passionate, dan companionate.

Pada sebelum abad 19, romantic love itu paling dominan. Romantic love itu seperti apa sih? Itu loh, cinta-cinta romantis seperti yang ada pada dongeng yang selalu kita dengar. The beautiful princess and her prince charming riding a white horse.
Kalau sekarang? Cinta memang butuh keromantisan. Tapi.... Apakah semua cinta yang kita rasakan hanya sebatas romantisme? a big NO! romantisme cinta itu hanya sebagian kecil dari cinta.
Seseorang yang merasakan romantic love itu biasanya ga realistis, jadi mau udah dipukulin sama pasangan pun masih cinta. Hmm, yuk dipikir kembali. Itu cinta atau ring tinju?!....

Passionate love itu cinta yang mengutamakan gairah. Mereka terlalu dekat sama pasangan mereka secara seksual doang. Yah ini cinta yang ga sehat juga. Cinta itu ga sekedar hanya berhubungan secara seksual aja dengan pasangan.

Companionate love, ini dia cinta yang sebenarnya selalu diinginkan oleh semua orang. Companionate love itu adalah cinta yang punya komitmen, punya kedekatan, keintiman, dan afeksi. Jadi companionate love itu gabungan dari romantisme dan passionate. Ini dia cinta yang sehat! Cinta yang tidak merugikan satu sama lain, tetapi memberikan kebahagiaan lahir dan batin.

Cinta itu bisa hilang? Hmm, bisa dong. Bayangin aja kalau setiap hari kita melakukan hal yang sama, pasti akan menjadi membosankan. Begitu juga dengan cinta. Kita itu harus berusaha untuk menjaga cinta itu. Tapi, kalau cintanya keburu hilang bagaimana dong? Hmm, yuk cari dukungan sosial sama keluarga dan teman. Kalau masalah kamu belum selesai juga? Yuk ke psikolog hehe :)

Dalam kehidupan itu pasti seperti Yin dan Yang. Ada sisi yang terang atau positif dan ada juga sisi yang gelap atau negatif. Begitu juga pada cinta. Ada aja sisi negatifnya yaitu Jealousy dan Possessiveness.
Yes! cemburu dan posesif! Padahal banyak orang di luar sana yang bilang kalau cemburu itu bumbu-bumbu cinta. Menurut ilmu yang sudah saya dapatkan di kelas sih cemburu itu tanda dari insecurity dan kecemasan atau adiksi terhadap cinta.  Kalau menurut saya, cemburu sesekali boleh lah, itu kan membuktikan bahwa kita itu cinta terhadap pasangan kita dan ga ingin kalau pasangan kita itu berhubungan terlalu dekat dengan orang lain. Tapi, kalau cemburunya sehari lima kali sih........ itu jelas berlebihan.
Nah, kalo posesif itu merasa pasangan adalah miliknya seutuhnya. Kalau ini sih saya setuju banget kalau di dalam cinta yang penuh komitmen itu seharusnya tidak ada rasa posesif. Selain kita, pasangan kita harus punya dunia sosial yang lain, hubungan dengan keluarga dan teman harus tetap terjalin dengan baik dong. Stalking itu juga bagian dari posesif loh! What?!.... hehe. jujur saja saya awal-awalnya hobi nge-stalk media sosial pasangan hehehehehe :p cuma itu sudah di zaman SMA sih. kalau sekarang? sibuk bikin tugas dong :p

Nah, satu tips nih untuk menjaga hubungan kita langgeng, yaitu.... komunikasi! Komunikasi yang baik itu membangun hubungan yang penuh komitmen dan kepercayaan satu sama lain :) Inget ya, cinta tidak hanya kepada pasangan lawan jenis, tapi kepada semua orang, keluarga, teman, dll. Jadi, yuk berbagi cinta yang membahagiakan dan menyehatkan untuk orang lain.


Thanks for reading! See ya on the next post!
With all my love, Sannia.

It's all about LOVE

<3 LOVE <3

Apa sih itu cinta? Menurut Wikipedia (2014), cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Misteri dari cinta itu daya tarik yang mengesankan seseorang. Hmmm, kalau menurut saya sih cinta itu perasaan yang kita rasakan saat kita bertemu dengan seseorang yang membuat kita bahagia. Cinta itu ga cuma ke pacar atau hanya lawan jenis loh! tapi cinta itu sudah dimulai sejak kita lahir ke dunia ini. Nah, berarti cinta pertama kita itu adalah orang tua kita yang sudah melahirkan dan merawat kita sejak kita tidak bisa apa-apa selain menangis alias masih newborn baby! Well, jadi saya masih kurang percaya tuh kalo first love itu kita dapatkan ketika masa SMP yaitu masa ABG hehehe :D

Everybody NEEDS love. Betul banget! Siapa sih yang ga suka dicintai oleh orang lain. Buktinya aja ketika kita bayi, kita menangis kalau kita belum mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu kita. Kalau seseorang itu kurang dicintai atau mengalami kesalahan dapat mendapatkan cinta malah bisa menjadi gangguan psikologis... hiiii

LOVE bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu, romantic, passionate, dan companionate.

Pada sebelum abad 19, romantic love itu paling dominan. Romantic love itu seperti apa sih? Itu loh, cinta-cinta romantis seperti yang ada pada dongeng yang selalu kita dengar. The beautiful princess and her prince charming riding a white horse.
Kalau sekarang? Cinta memang butuh keromantisan. Tapi.... Apakah semua cinta yang kita rasakan hanya sebatas romantisme? a big NO! romantisme cinta itu hanya sebagian kecil dari cinta.
Seseorang yang merasakan romantic love itu biasanya ga realistis, jadi mau udah dipukulin sama pasangan pun masih cinta. Hmm, yuk dipikir kembali. Itu cinta atau ring tinju?!....

Passionate love itu cinta yang mengutamakan gairah. Mereka terlalu dekat sama pasangan mereka secara seksual doang. Yah ini cinta yang ga sehat juga. Cinta itu ga sekedar hanya berhubungan secara seksual aja dengan pasangan.

Companionate love, ini dia cinta yang sebenarnya selalu diinginkan oleh semua orang. Companionate love itu adalah cinta yang punya komitmen, punya kedekatan, keintiman, dan afeksi. Jadi companionate love itu gabungan dari romantisme dan passionate. Ini dia cinta yang sehat! Cinta yang tidak merugikan satu sama lain, tetapi memberikan kebahagiaan lahir dan batin.

Cinta itu bisa hilang? Hmm, bisa dong. Bayangin aja kalau setiap hari kita melakukan hal yang sama, pasti akan menjadi membosankan. Begitu juga dengan cinta. Kita itu harus berusaha untuk menjaga cinta itu. Tapi, kalau cintanya keburu hilang bagaimana dong? Hmm, yuk cari dukungan sosial sama keluarga dan teman. Kalau masalah kamu belum selesai juga? Yuk ke psikolog hehe :)

Dalam kehidupan itu pasti seperti Yin dan Yang. Ada sisi yang terang atau positif dan ada juga sisi yang gelap atau negatif. Begitu juga pada cinta. Ada aja sisi negatifnya yaitu Jealousy dan Possessiveness.
Yes! cemburu dan posesif! Padahal banyak orang di luar sana yang bilang kalau cemburu itu bumbu-bumbu cinta. Menurut ilmu yang sudah saya dapatkan di kelas sih cemburu itu tanda dari insecurity dan kecemasan atau adiksi terhadap cinta.  Kalau menurut saya, cemburu sesekali boleh lah, itu kan membuktikan bahwa kita itu cinta terhadap pasangan kita dan ga ingin kalau pasangan kita itu berhubungan terlalu dekat dengan orang lain. Tapi, kalau cemburunya sehari lima kali sih........ itu jelas berlebihan.
Nah, kalo posesif itu merasa pasangan adalah miliknya seutuhnya. Kalau ini sih saya setuju banget kalau di dalam cinta yang penuh komitmen itu seharusnya tidak ada rasa posesif. Selain kita, pasangan kita harus punya dunia sosial yang lain, hubungan dengan keluarga dan teman harus tetap terjalin dengan baik dong. Stalking itu juga bagian dari posesif loh! What?!.... hehe. jujur saja saya awal-awalnya hobi nge-stalk media sosial pasangan hehehehehe :p cuma itu sudah di zaman SMA sih. kalau sekarang? sibuk bikin tugas dong :p

Nah, satu tips nih untuk menjaga hubungan kita langgeng, yaitu.... komunikasi! Komunikasi yang baik itu membangun hubungan yang penuh komitmen dan kepercayaan satu sama lain :) Inget ya, cinta tidak hanya kepada pasangan lawan jenis, tapi kepada semua orang, keluarga, teman, dll. Jadi, yuk berbagi cinta yang membahagiakan dan menyehatkan untuk orang lain.


Thanks for reading! See ya on the next post!
With all my love, Sannia.

Kamis, 29 Mei 2014

suka duka praktikum wawancara

hello readers :)

saya akan berbagi pengalaman di praktikum teknik wawancara yang berlanggsung pada tiga setting, pendidikan, pio, dan klinis.
hmmmm, praktikum tekwan yah. yang terpikir untuk saya ketika pertama kali dapat email ci tasya utk praktikum adalah...... waduh, bisa ga ya cuap2 tanya klien sampai sepuluh menit. gimana yah kalo ga.. makanya saya semaksimal mungkin membuat probing yang memungkinkan di lembaran panduan wawancara.

jadi, ketika praktikum kita akan menjadi tiga peran, sebagai psikolog, klien dan observer.

ketika menjadi seorang psikolog (yang dimana saya harus bertanya mengenai masalah klien & menggali informasi sedalam-dalammya) saya mendapatkan berbagai pembelajaran baru. salah satunya adalah saya belajar untuk menjadi good listener. harus fokussssss banget dengerin cerita subyek biar wawancara yang kita lakukan itu nyambung dan hasilnya mendalam. saya juga berusaha untuk harus bisa probing yang baik, kalau ga probing, yang ada hasil wawancara tidak mendalam. terus klien bisa bete kaliii, lagi cerita asik-asik eh malah pertanyaannya diganti. yang satu belum beres, uda lanjut ke topik lain.

nah kalau ketika saya menjadi klien, pengalaman saya sih adalah saya harus belajar empati ketika saya benar-benar ketemu klien nanti. bagaimana sih perasaan seseorang yang punya masalah dalam berbagai setting. ketika jadi klien saya juga sebisa mungkin memberikan infromasi yang mendalam agar psikolognya ga kebingungan. hehehe :)

terakhir jadi observer, lucu juga sih pakai one way mirror. sudah sering belajar apa itu one way mirror, tapi baru kali ini deh lihat keaslian one way mirror lol. seru jadi observer. saya belajar dari teman-teman saya bagaimana untuk menjadi psikolog yang baik. saya juga memahami apa saja tata krama yang harus dilakukan seorang psikolog yang baik, seperti membukakan pintu klien, berjabat tangan, dan juga mengucapkan salam serta terima kasih untuk klien.

kesan saya terhadap prakikum ini sangat menegangkan namun menyenangkan. saya belajar banyak hal mengenai wawancara yang menurut saya pribadi, sangat berguna untuk kami, para calon sarjana psikologi untuk mampu melakukan wawancara yang baik. dan hal yang paling dekat prsktikum ini membantu saya dalam melakukan wawancara dengan anak panti asuhan untuk tugas akhir. hehhee

Terima kasih, Bu Henny dan Ci Tasya atas pembelajaran yang berharga mengenai wawancara selama satu semester :)

Salam,
Sannia.